Archives

Jumat, November 20, 2009

DO’A UNTUK DOSENKU

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan Lembutkanlah hatiku untuk mereka.

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan
Pahala yang besar
Atas rasa sayang yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka
Sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua
Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
Meningginya kedudukan mereka dan
Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu, ya Allah
sebab hanya Engkaulah
yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,

sehingga kami semua berkumpul
Bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta
rahmat-Mu.

Sesungguhnya Engkaulah
yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir dan
Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih.

****

Mari kita kenang dosa kepada dosen kita. Siapa tahu hidup kita dirundung nestapa karena kedurhakaan kita.
Karena kita sudah menghisap darahnya, tenaganya, airmatanya, keringatnya.


Istighfar, istighfarlah
Barangsiapa yang matanya pernah sinis melihat dosennya.
Atau kata-katanya sering mengiris melukai hatinya, atau yang jarang memperdulikan dan mendoakannya.
Percayalah bahwa seorang anak yang durhaka siksanya didahulukan didunia ini.

Istighfar yang pernah mendholimi dosennya

Astaghfirullahal Adhiim…..
Astaghfirullahal Adhiim…….

ADIL< SS

Read more...

Haruskah Menunggu Neraka untuk Menangis ?!



Ketika anda melakukan sebuah dosa kecil, jangan anda lihat kepada kecilnya dosa. Tapi lihatlah, kepada siapa anda berdosa? ketika anda melakukan sebuah kebaikan kecil, jangan pandang kepada kecilnya kebaikan, tapi pandanglah siapa yang telah menganugerahkan anda untuk bisa melakukannya?

Sekecil apapun dosa yang dilakukan pasti akan menjadi sebuah kegelisahan yang menghantui anda. Pasti akan menjadi duri sandungan yang akan membuat anda terluka. Akan menjadi sumber malapetaka bagi diri anda. Akan menjadi sumber murka Allah. Akan menjadi kesedihan di dunia dan di akhirat. Akan menjadi tangisan banyak orang. Setiap dosa yang anda lakukan akan menjadi tumpukan dosa yang akan menutup pintu hati dan menjadi penghalang antara anda dan kebenaran. Sayang sekali bila hati sampai mengeras. Maka tidak ada lagi yang bisa diharapkan untuk menerima nasehat dan kebaikan. Batu tidak akan pernah melebur ketika dibakar oleh api, meskipun dalam waktu lama. Semoga kita tidak ditimpa dengan qaswatul qulub (hati yg keras) seperti kerasnya batu, sulit menerima nasehat dan kebenaran, meskipun jutaan umat berkumpul menasehati.

Sadarilah setiap dosa yang dilakukan akan menjadi dosa besar, kata para ahli hikmah;
Jangan meremehkan dosa-dosa kecil, karena dari dosa-dosa kecil itu akan tercipta dosa besar. Sedikit demi sedikit akhirnya menjadi bukit, beghitu kata pepatah kita. Boleh jadi pada dosa kecil yg kita lakukan juga terdapat murka Allah.
Hal ini senada dengan sabda Rasul Saw.:
Tidak akan menjadi dosa kecil, ketika terus menerus dilakukan dosa tersebut. Dan tidak akan tetap menjadi dosa besar, ketika terus menerus dilebur dengan istigfar.

Dosa akan terus menumpuk ketika terus dilakukan. Akan kian membesar ketika terus bertekad melakukannya. Sebaliknya setiap dosa yg diupayakan untuk taubat, akan terus terkikis dan akhirnya habis. Jangan sampai tertawa melakukan dosa, takutnya Allah akan memasukkan anda ke neraka, sedangkan anda hanya bisa menangis. Hanya bisa menyesali dan menjerit minta ampun. Berupayalah untuk bisa menangis dalam ketaatan kepada Allah, agar kelak bisa memasuki surga dengan keadaan tertawa

Setiap gerak dan hembusan nafas anda pasti akan dipertanggungjawabkan, jangan sampai ada tangis di suatu hari kelak. Jangan sampai ada orang lain yang menangis ketika anda melakukan sesuatu. Jangan sampai ada jiwa yang meronta karena dosa yang anda lakukan. Abu Bakar Ra. berkata:
Telah terjadi kerusakan di darat dan di laut, yaitu daratan maksudnya adalah lisan, sedangkan laut maksudnya adalah hati. Apabila rusak lisan, maka akan menangis banyak jiwa. Dan apabila hati yang rusak, maka akan menangis para malaikat.

Ketika lisan sudah tidak terjaga lagi, maka akan banyak jiwa-jiwa meratap. Akan banyak yang terluka oleh tajamnya lisan. Akan banyak yg menjerit karena fitnah yang menyebar. Akan banyak yang merana karena ghibah yang menjalar. Ketika kebohongan merajalela, akan banyak yang menderita. Lisan tak bertulang yang jumlahnya hanya satu, tapi bisa melukai banyak orang. Ketika hati telah rusak, maka malaikat yang akan menangisi. Malaikat sangat menyayangi hati yang sudah mulai error karena riya, ujub, dan berbagai penyakit hati lainnya. Akan membuat malaikat menangisi anda. Tapi kapan saatnya anda menangisi diri ? Akankah selalu tertawa dan ketika dimasukkan ke neraka, baru menangis?


Read more...

SEBERAPA JAUH DALAMNYA DUKA CITA

Kesadaran bahwa kematian bukanlah sebuah perpisahan tanpa ada harapan akan pertemuan, sudah lama saya pernah dengar. Dan sudah cukup lama dicoba untuk ditanamkan ke dalam tubuh dan jiwa ini. Namun, sebagaimana hakekat manusia biasa yang tidak pernah dijangkau oleh kesempurnaan, kematian istri di seusai sungkeman Idul Fitri 1997 masih saja menjadi beban duka cita yang mendalam bagi saya. Tidak semata karena kehilangan kesempatan untuk menyicil utang cinta, tidak juga karena menangis cengeng mengenang masa lalu yang indah, dan tidak juga karena sisa-sisa kemesraan masa lalu.

Duka cita itu ada, mengikuti tubuh dan jiwa ini ke mana-mana. Dalam keadaan demikian, pilihan yang saya ambil adalah mencoba menyelami kedalaman ‘sumur’ duka cita. Dan ternyata, dalam upaya untuk menyelam ke dalam sumur terakhir semampu-mampunya, ada serangkaian perjalanan pemahaman yang layak saya ceritakan ke Anda. Rupanya, duka cita tidak sejelek yang dibayangkan orang. Ia tidak hanya bisa memproduksi kesedihan dan air mata. Wajahnya juga tidak semengerikan yang dibayangkan orang-orang yang teramat takut pada kesedihan. Dalam tataran pendalaman tertentu, duka cita bisa berganti-ganti wajah. Kadang ia berwajah buruk dan menyeramkan, kadang ia berwajah cantik dan menggiurkan. Sehingga bukan wajah itu yang penting, melainkan apa makna yang hadir di balik wajah-wajah yang sering berganti.

Oleh karena wajah-wajah tadi lebih banyak terkait dengan proses yang terjadi di dalam sini, dan sedikit sekali kaitannya dengan kejadian-kejadian yang terjadi di luar sana, akan banyak manfaatnya kalau kita menyadari bungkus-bungkus diri kita yang membuat seluruh pandangan dan pendapat menjadi demikian jauh menyimpang. Dan wajah-wajah duka cita, kalau mau jujur, sebagaian besar diproduksi oleh bungkus-bungkus tadi. Dalam keadaan kita sadar akan bungkus, apa lagi bisa keluar dari bungkus, duka cita akan muncul dengan wajah yang lain sekali dibandingkan yang dibayangkan kebanyakan orang.

Mari kita mulai dengan bungkus yang pertama. Bungkus yang paling kelihatan ini bernama tubuh. Pertama kali kita melihat orang, atau mengenal siapapun, kita akan lihat tubuhnya. Demikian juga ketika kita pertama kali mengenal diri sendiri. Diri ini ya tubuh ini. Demikianlah kira-kira anak-anak, dan juga sebagian orang dewasa menyebut dirinya. Siapa saja yang mengidentikkan dirinya dengan tubuh, ia hidup dalam jangkauan sang maut. Duka cita memiliki wajah yang amat mengerikan. Dan yang paling penting, mudah sekali terasing dalam tubuhnya sendiri.

Tanda-tanda orang yang mengidentikkan dirinya dengan tubuh disamping dilihat dari pengertiannya tentang diri, juga terlihat jelas pada ketergantungannya yang mendalam pada pemuasan panca indera. Hampir semua energi kehidupan terkuras habis untuk memuaskan panca indera. Nah inilah jenis manusia yang amat disukai oleh duka cita yang berwajah amat mengerikan.

Bungkus kedua bernama pikiran. Bila saya mengemukakan bahwa Anda bukanlah tubuh Anda, lebih mudah untuk dimengerti. Namun, saya mengalami kesulitan untuk menerangkan ke sejumlah orang bahwa kita bukanlah pikiran kita. Sebab, pikiran sebagian besar adalah hasil reproduksi kejadian-kejadian masa lalu. Mengkerangkakan, itulah hobi berat mahluk yang bernama pikiran. Membuat ukuran-ukuran dalam kerangka, kemudian mengukur orang dan kejadia dengan kerangka tadi. Kalau cocok, orang dan kejadian itu membahagiakan. Kalau tidak cocok, orang dan kejadian itu mencelakakan.

Sebut saja orang-orang yang tidak cocok, berkelahi atau malah berperang dengan orang lain. Ini tidaklah lebih dari kumpulan manusia yang menjadi korban-korbannya pikiran. Dan sejarah manusia, sebagian adalah sejarah yang diperkosa oleh pikiran. Bedanya dengan tubuh, ia adalah bungkus yang lebih mudah untuk dilepas. Namun pikiran, ia hampir menyatu dengan sang diri.

Bungkus ketiga dan terakhir adalah ego atau keakuan. Semua orang memiliki bungkus ini. Dari orang biasa, kaum bijaksana, intelektual, seniman, semuanya memiliki bungkus ini. Entah itu muncul dalam bentuk nafsu untuk tampil lebih hebat, gengsi, harga diri, kesombongan dan sejumlah wajah ego lainnya. Bungkus ketiga tidak saja membuat manusia hidup dalam jangkauan sang maut, tetapi juga membuat kita berjalan dari satu tebing berjurang dalam, menuju ke tebing yang berjurang dalam lainnya.

Ketiga bungkus diri di atas, ketiga-tiganya memproduksi wajah duka cita yang amat mengerikan dan menakutkan. Bungkus tubuh membuat saya berpisah untuk selamanya dengan istri tercinta setelah kematian. Bungkus pikiran menciptakan utang-utang cinta yang tidak bisa dibayar, serta memproduksi air mata tidak ada habis-habisnya. Dan bungkus ego, ia menghasilkan protes pada hidup, kehidupan dan bahkan Tuhan. Sekali lagi, inilah rangkaian kekuatan di dalam diri kita yang memproduk wajah duka cita yang menakutkan dan mengerikan.

Sebagai manusia biasa, duka cita memang masih hadir dengan wajah menyedihkan dalam hidup saya. Apa lagi diri yang dianggap "pinter" yang dikelilingi tukang puji dan tukang maki. Akan tetapi, masih dalam proses perjuangan hidup saya untuk bisa memproduksi sebanyak mungkin duka cita yang tidak hanya berwajah ceria, tetapi juga berwajah bijak penuh dengan pengetahuan yang mencerahkan. Dan tulisan ini, adalah salah satu dari rangkaian perjalanan menuju ke sana.

Read more...

Jumat, Agustus 28, 2009

Doa buat saudaraku Tercinta...!!!


Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami
Rukunkan antar hati kami
Tunjuki kami jalan keselamatan
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang
Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua
Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar
Wahai yang menyambung segala yang patah
Wahai yang menemani semua yang tersendiri
Wahai pengaman segala yang takut
Wahai penguat segala yang lemah
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak
Engkau Maha Tahu dan melihatnya

Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami

"ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih"

Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu
Adil pasti atas kami keputusan-Mu

Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu
Dengan semua nama yang jadi milik-Mu
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib
Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur'an yang agung
Sebagai musim bunga hati kami
Cahaya hati kami
Pelipur sedih dan duka kami
Pencerah mata kami

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang menenggelamkan dunia

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun dan laut yang mengancam nyawa

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam, dan perut ikan

Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami

Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu Muhammad SAW di padang mahsyar nanti
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan

Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da'i penyeru iman
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da'wah
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini
Kepada generasi berikut kami
Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini
Dengan sikap malas dan enggan berda'wah
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa
Ya Allah kabulkanlah seluruh doa kami untuk kami dan saudara yg aku cintai...!!!

Read more...

Jumat, Agustus 21, 2009

Mencintai Istri, Hadiah Bagi Anak Kita



Aku bertanya

Bagaimana perasaan Anda saat melihat seorang anak yang berlaku tidak menghormati ibunya ?

Apakah Anda bisa santai membiarkan orang lain berlaku tidak baik kepada ibu Anda?

Apakah Anda ingin anak-anak Anda memuliakan ibu mereka seperti Anda memuliakan ibu Anda, yang adalah nenek mereka?

jika demikian, cobalah untuk lebih peka.

Bagaimana perasaan Anda kepada orang yang memperlakukan ibu Anda dengan penuh hormat dan penuh kasih sayang?

Bagaimana perasaan Anda kepada anak anda yang memperlakukan ibu mereka dengan penuh hormat dan penuh kasih sayang?

karena itu,

Bahagiakanlah anak-anak Anda, dengan memperlakukan ibunda mereka dengan penuh hormat dan penuh kasih sayang,

Karena,

Hadiah terbaik bagi anak-anakmu adalah mencintai ibu mereka.

Read more...