Dreams are renewable. No matter what our age or condition, there are still untapped possibilities within us and new beauty waiting to be born.

-Dale Turner-

Kategori

Artikel (4) Dakwah (7) Motivasi (3) Muhasabah (11) Munajah (7) Prosa (5) Puisi (18) Tarbiyah (2)

Minggu, Agustus 02, 2009

BUKAN HANYA SEBUTIR PASIR

Para wartawan pernah dibuat terheran-heran oleh Sir Edmun Hillary ketika mereka
coba menyelidiki sesuatu yang paling ditakuti oleh penakluk pertama Mount
Everest itu. Dalam sebuah wawancara, hillary mengatakan bahwa ia tidak pernah
takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa atau padang
pasir yang luas dan gersang sekalipun!

"Lalu apa yang anda takuti?" buru seorang wartawan "sebutir pasir yang terselip
di sela-sela jari kaki" jawab Hillary singkat. "why?" "Sebutir pasir yang
masuk di sela-sela jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka. Ia bisa
masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama jari kaki terkena
infeksi lalu membusuk. Tanpa sadar kaki pun tidak bisa digerakkan. Itulah
malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu." lanjut sang
penjelajah mengobati rasa penasaran para wartawan.

Hillary tidak pernah takut pada harimau atau binatang buas lainnya karena secara
naluriaih binatang buas sebenarnya takut menghadapi manusia. Sedang untuk
menghadapi jurang terjal, gunung es, atau padang pasir, seorang penjelajah pasti
sudah punya persiapan yang memadai. Tetapi jika menghadapai sebutir pasir yang
akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya. Bahkan
cenderung mengabaikannya.

Sebenarnya apa yang dikatakan oleh hillary tentang para penjelajah itu tidak
jauh berbeda dengan kita yang sering mengabaikan dosa kecil. Coba saja kita
renungkan, berdusta, berburuk sangka, ghibah atau perbuatan tercela lainnya
sering kali kita anggap sepele hingga tanpa sadar kita menjadi "˜keterusan"
melakukan dosa-dosa kecil itu yang lambat laun akhirnya penjadi kebiasaan. Dosa
kecil itupun akan menjadi dosa besar yang pada akhirnya akan merugikan diri
pribadi dan lingkungan.

Oleh karena itulah, Nabi Muhammad SAW sangat meanti-wanti kita untuk tidak
mengabaikan dosa-dosa kecil seraya melarang kita melupakan amal kebaikan
walaupun itu juga kecil. Sesungguhnya tidak ada dosa kecil jika dilakukan
terus-menerus dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan taubat nasuha.

bukankah kisah sufi pernah menceritakan bahwa seorang pelacur pun masuk surga
hanya karena memberi minum anjing yang kehausan. Perbuatan yang cenderung
dinilai sangat kecil ternyata di mata Allah punya nilai besar karena faktor
keikhlasannya. Itulah nilai setetes air penyejuk yang diberikan sang pelacur
pada anjing yang kehausan.

Terlepas dari dagingnya yang haram atau pun liurnya yang najis, bukankah anjing
adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang juga berhak untuk kita tolong?


0 komentar:

Ruang Tamu


Tinggalkan Pesan Terbaikmu

Puncak Selera Jiwa

Pojok Hikmah

mimpi dapat diperpanjang. tidak peduli berapa usia kita atau apa kondisi kita, karena masih ada kemungkinan belum tersentuh di dalam diri kita dan keindahan baru menunggu untuk dilahirkan. Karena Bermimpilah ! untuk esok yang indah