PUISI YANG TETAP MEMBALUTNYA
KATA YANG BICARA PADA SEGALA
KENANGAN HARI LAHIR YANG TETAP MEMBUATNYA HIDUP
Sahabat,
Segala waktu yang melesat seperti anak panah
dan lepas bagai padang-padang sungai yang jernih
bergulir dan menghidupkan kita bait demi bait
seperti juga tentang segala gelak, perjalanan,
perjumpaan dan kaca-kaca bening yang pernah ternikmati
Aku tahu,
Puisi adalah jendela jiwa
Sekarang kau bicara tentang kekeringan, kegelisahan kata,
kengerian yang membalut disetiap tidurmu.
Padang-padang hatimu mulai membayangi tentang kesepian dalam
sendirimu,
mulai membayangi tentang segala puisi yang hambar jiwa,
dan segala kata yang mulai luntur maknanya.
percayalah,
puisi dan segala kata yang terbalut makna
akan terus hidup pada mereka yang teristimewa!
puisi akan terus mengalir
ia akan bergulir dengan manisnya
Perjalanan ini tidak hanya sepanjang cemara
Segala asa berdetak terus dalam pusaran waktu
(seperti juga semua kelampauan
untuk romansa-romansamu)